Mengenai Saya

Foto Saya
Saya salah seorang yang cukup concern thdp pendidikan, terutama pendidikan utk anak usia dini. Pendidikan S1 dan S2 PAUD UNJ saya telah banyak membantu dalam pengembangan dan pendalaman kajian AUD.

Senin, 08 Maret 2010

Kegiatan Kreativitas untuk Anak Usia Dini

Manusia sebagai makhluk yang memiliki berbagai potensi, salah satu potensi yang dimiliki adalah kreatifitas. Berbagai pandangan tentang kreatifitas memberikan kesimpulan bahwa kreatifitas merupakan proses yang mengarahkan pada sesuatu penciptaan yang baru, berbeda, unik dan inovatif. Kreatifitas juga merupakan proses cara berpikir, serta bentuk imajinatif dan fantasi seseorang.
Setiap individu sejak dilahirkan telah memiliki potensi untuk menjadi kreatif. Pada anak usia dini mereka membutuhkan kesempatan untuk mengungkapkan cara pandangnya secara bebas sehingga imajinasi / fantasi yang dipikirkan dapat diekspresikan secara bebas pula, dan inilah yang menjadikan anak menjadi kreatif. Proses kreatif pada anak usia dini, dimunculkan pada kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan anak dengan situasi dan kegiatan yang menyenangkan (kegiatan bermain).
Seni, balok, dramatisasi, dan musik memberikan tantangan bagi anak usia dini untuk melakukan kegiatan yang menarik. Anak-anak membutuhkan banyak aktivitas dan media kreatif setiap harinya untuk dipergunakannya dengan cara yang mereka sukai (Cryer, 1988: 159). Berikut akan dijelaskan beberapa kegiatan kreatif yang dapat dilakukan anak.
1. Art-Craft
Beraktivitas dengan ragam kegiatan seni dan keterampilan menghias menjadi cara yang menyenangkan bagi anak dalam membangun pemahaman. Hal ini ditandai dengan kegiatan mencoret-coret untuk menunjukkan suatu bentuk tertentu ketika anak di usia awal tiga tahunnya. Tahap ini memberi makna bagi persiapan anak dalam melatih kontrol tangan dan jari-jarinya serta daya konsentrasi. Dalam hal ini guru maupun orangtua perlu memberi banyak kesempatan bagi anak untuk terus mencoba dan berlatih, serta membiasakan diri memberikan penghargaan atas hasil karya mereka melalui kegiatan mendisplay atau berbagai pameran.
Kegiatan kreatif Art-Craft dapat berupa:
· Menggambar dan mewarnai berbagai bentuk dengan crayon, cat air dan kuas, maupun pensil warna dan spidol (untuk usia TK dan SD)
· Finger-painting atau melukis dan menghias gambar dengan jari-jari
· Menggambar dengan kapur kemudian dihias dengan cat air
· Mewarnai dengan pasir warna
· Menggambar di bak pasir dengan jari atau kayu kecil
· Bermain dengan cat minyak menemukan berbagai bentuk
· Menyablon dan menggambar di atas kaus baju maupun bahan kain
· Brushing/penyemprotan dengan sikat gigi dan cat air
· Membuat berbagai bentuk dengan plastisin
· Kolase atau menempel potongan-potongan kertas, serbuk, serpihan, serabut, kapas, berbagai tekstur, atau benda-benda kecil pada sebuah gambar
· Bermain dengan stiker-stiker kecil
· Menggunting dengan berbagai bentuk
· Membuat stempel dengan berbagai media dan bentuk yang variasi
· Meronce dengan berbagai pola, bentuk dan bahan
· Melipat berbagai bentuk dengan beragam kertas
· Membuat bermacam bentuk dengan stik es cream, lidi atau batang korek api
· Membuat alat permainan, hiasan, maupun ragam kreasi lainnya dengan benda-benda yang sudah tak terpakai

2. Musik
Bermusik serta mendengarkan musik merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. Hampir setiap anak akan dengan mudah mengikuti kegiatan ini. Sering kita lihat seorang anak yang berhenti sejenak dengan kegiatannya hanya karena ada suara lagu di televisi kemudian ia fokus memperhatikan TV. Ada pula anak-anak yang dengan asiknya bernyanyi lagu-lagu yang sering ia dengar saat mereka sedang makan, mandi, menjelang tidur, ataupun bermain. Bagi anak, musik dapat menimbulkan rasa kebersamaan serta rasa gembira. Menurut beberapa penelitian, musik sudah dapat distimulasikan sejak anak masih berada dalam kandungan, karena dianggap mampu menstimulasi kerja neuron-neuron pada otak anak. Bagaimanapun, musik akan sangat membantu anak dalam melatih kemampuan menyimak, konsentrasi serta menambah kosakatanya.
Kegiatan kreatif Musik dapat berupa:
· Bernyanyi dengan bermacam ekspresi
· Bersenandung tanpa mengurangi unsur musik: nada, irama dan temponya.
· Membuat beragam yel-yel
· Bermain syair: mengubah syair, mengikuti pola syair (o le,,le, o la..la..,bola..bola..bola)
· Membuat pola tepuk yang variatif (disesuaikan tema ataupun tujuan)
· Bermain jentik jari
· Membuat alat musik ritmis dan alat musik melodis buatan dengan bahan-bahan yang ada di sekitar
· Mengiringi lagu dengan alat musik buatan
· Tebak lagu dengan instrumen atau senandung
· Membuat permainan dengan menggunakan lagu
· Bernyanyi dengan menggunakan jari-jari
· Musik cepat-lambat atau mengubah tempo di mana saja
· Musik dan menggambar

3. Dancing/Tari
Menari sebagai salah satu bentuk kegiatan dari seni musik yang beragam jenisnya, sehingga tidak semua kegiatan tari appropriate (berkesesuaian) bagi anak. Menari lebih spesifik dikatakan oleh Stinson sebagai gerakan yang beraturan, signifikan dan dipengaruhi oleh penjiwaan.Tari yang kreatif adalah gerakan yang ditampilkan secara menarik dengan menyesuaikan alunan lagu atau musik. Terlepas dari itu, gerakan tari untuk anak sebaiknya yang mudah dan tidak terlalu bervariasi, menyenangkan bagi anak, dan dalam kondisi tertentu gerakan tari anak bersifat alami. Gerakan tari pada anak usia dini umumnya bersifat pengulangan dari 5-6 gerakan, dengan ditambah variasi formasi yang sederhana. Hal penting yang perlu diperhatikan oleh guru ataupun orangtua adalah memperhatikan kondisi fisik dan psikologis anak saat ingin menari. Memaksakan atau menekan anak untuk menunjukkan suatu gerakan tari, terlebih harus sempurna, hanya akan membuat kondisi menjadi semakin buruk dan tidak mengembangkan kreativitas mereka.
Kegiatan kreatif Tari dapat berupa:
· Bergerak bebas mengikuti irama lagu atau instrument
· Bergerak bebas menyesuaikan dengan tempo musik/lagu
· Bergerak dan berhenti
· Menari dengan menggunakan gerakan hewan, tumbuhan, robot, kendaraan, dan sebagainya
· Menari dengan pola yang bervariasi
· Menari dengan gerakan formasi

4. Dramatisasi
Seperti halnya kegiatan musik, bermain dramatisasi juga banyak membantu anak dalam membangun ingatan, perbendaharaan kata serta imajinasi. Kegiatan ini dapat terbagi menjadi kegiatan bermain peran maupun sosio-drama. Pada saat bermain peran, symbolic dan make-believe play sangat terlihat. Anak-anak menyenangi perannya sebagai salah satu atau beberapa tokoh dengan menggunakan berbagai media atau atribut yang ada. Aktivitas ini umumnya lebih disukai oleh anak-anak yang lebih muda, seperti usia prasekolah. Sedangkan sosio-drama menunjukkan aktivitas kelompok dengan adanya pembagian peran dan memunculkan banyak dialog. Alur cerita dapat terhenti kapan saja sesuai kesepakatan mereka. Apa yang diperankan atau didramatisasikan oleh anak diilhami dari kejadian dan contoh yang biasa mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua dan guru dapat menambah informasi bagi anak dengan kegiatan fieldtrip, membacakan buku, ataupun berdiskusi tentang apa yang sebaiknya dilakukan oleh mereka.
Kegiatan kreatif Dramatisasi dapat berupa:
· Bermain peran sebagai polisi, dokter, seorang ibu, guru, tukang kayu, koki, penyiar, pemain musik, dan sebagainya.
· Menggunakan benda-benda di sekitar sebagai telepon/handphone, mesin kasir, komputer/laptop, kendaraan, bayi/adiknya, alat masak, binatang, peralatan dan perlengkapan profesi seperti suntikan, botol obat, pistol, martil, stetoskop, dan sebagainya.
· Menggunakan balok-balok untuk bermain ‘make-believe’ seperti: suasana perkotaan, kebun binatang, suasana rumah, mall, dan sebainya.
· Bermain sosio-drama dengan tema keluarga, market/pasar, rumah sakit, perjalanan dengan pesawat atau bus, sekolah, cerita ksatria dan penjahat, dan sebagainya.

5. Cooking/Memasak
Memasak juga salah satu kegiatan kreatif, seperti halnya menggambar, membuat hiasan, bermusik maupun bermain peran. Dalam kegiatan memasak ada keterampilan bereksperimen/mencoba, membuat/mengcreate, dan juga eksplorasi. Memasak akan mengajarkan anak mewarnai, menambal, memotong, mengiris, mendisain, mengestimasi suatu takaran/ukuran, ataupun membuat sesuatu yang berbeda dari makanan yang dimasak atau dibuat. Dalam kegiatan ini, anak diberi kesempatan untuk berimajinasi, menemukan hal yang menarik, menata dan menyajikannya dengan tidak mengurangi kesan positif terhadap makanan tersebut. Memasak bukanlah aktivitas bermain-main atau menyiakan makanan, tetapi mengembangkan kreativitas dan kepekaan anak terhadap rasa dan jenis makanan dengan cara yang menyenangkan. Dapur sebagai tempat anak belajar memasak juga bisa menjadi laboratorium dan studio bagi anak. Melalui kegiatan ini anak dapat belajar matematika,seperti menghitung dan mengukur. Belajar membaca simbol dan menyimpulkan. Menemukan misteri suatu rasa atau kenikmatan makanan. Serta membangun kepercayaan diri dengan hasil yang mereka buat sendiri.
Kegiatan kreatif Cooking dapat berupa:
· Menghias: ‘celemek’ dan taplak meja dengan tempelan gambar atau finger painting, gelas dan piring dengan cat dan kuas, Menempel hiasan magnit di pintu kulkas, menghias lauk pauk dan nasi.
· Membuat sate buah dan sayur, sop buah, menggambar dengan sayur dan buah
· Membuat kue: mengoles roti dengan selai lalu dibentuk, roti gulung dengan bahan sandwiches/roti isi, kue stick dengan berbagai variasi bentuk, bola-bola coklat, pizza sayuran, coklat dengan berbagai bentuk/cetakan, agar-agar bervariasi,
· Membuat minuman: jus buah, es buah dan es campur, cincaw
· Membuat bubur: bubur pelangi (candil, ketan hitam, mutiara, agar-agar, irisan roti, santan), bubur kacang hijau, bubur sum-sum

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar