Mengenai Saya

Foto Saya
Saya salah seorang yang cukup concern thdp pendidikan, terutama pendidikan utk anak usia dini. Pendidikan S1 dan S2 PAUD UNJ saya telah banyak membantu dalam pengembangan dan pendalaman kajian AUD.

Senin, 15 Februari 2010

Musik untuk Anak Usia Dini

Stimulasi sangatlah penting dalam proses pembelajaran anak usia dini. Segala sesuatu yang diinderakan anak akan menjadi stimulus terbaik bagi perkembangan mereka. Semua yang dilihat, didengar, disentuh, dirasa, diraba, dicoba, dimanipulasikan, dan juga yang dialami, akan terus menambah referensi perbendaharaan pengetahuan dan pengalaman bagi anak. Hal ini sangat mungkin, sebab anak usia dini berada dalam periode keemasan atau yang biasa disebut sebagai masa Golden Age.

Proses pembelajaran atau pengalaman yang berasal dari lingkungan sangat berpengaruh bagi perkembangan anak. Selain optimalisasi pengembangan fungsi panca indera, lingkungan yang kondusif, aman, dan menyenangkan lebih memberi kesempatan pada anak untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Otak manusia akan selalu memberi respon positif jika segala aktivitas yang dilalui terasa menyenangkan. Demikian halnya dengan apa yang dialami oleh anak. Mereka akan menyerap berbagai informasi yang diberikan oleh orang lain maupun yang dialaminya sendiri apabila hal tersebut terjadi dalam kondisi yang menyenangkan.

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para pendidik untuk menciptakan kondisi yang menyenangkan dalam proses pembelajaran. Bermain, interaksi, eksploratif serta kegiatan musikal adalah beberapa kegiatan yang dapat ”menghidupkan” kegiatan pembelajaran. Bahkan dalam kegiatan musikal, anak tidak hanya merasakan kesenangan tetapi mereka juga dapat terlatih gerak motoriknya, ekspresi, kepekaan terhadap nada dan birama, serta dapat mengembangkan berbagai kecerdasan lain pada anak, seperti bahasa, logika matematis, intra dan interpersonal.

Musik bukan hanya kegiatan yang identik dengan kemampuan bernyanyi. Lebih dari itu, musik juga erat kaitannya dengan kemampuan dan kepekaan seseorang dalam melakukan gerak tari, harmonisasi nada, pengekspresian seni musik, mengikuti ketukan serta penggunaan alat musik, baik alat musik buatan maupun alat musik yang sesungguhnya.
Dengan demikian, adalah sebuah kewajaran jika para pendidik anak usia dini sudah dibekali dengan kemampuan musikal. Bernyanyi sesuai dengan nada, manari dengan penjiwaan, berekspresi dalam berbagai apresiasi musik, serta keterampilan dalam menggunakan satu atau beberapa alat musik sederhana seperti pianika, perkusi, gitar, keyboard, ataupun angklung perlu dikuasai oleh para pendidik anak usia dini. Namun yang jauh lebih penting adalah upaya optimal dari pendidik dalam mentransformasikan kemampuannya tersebut kepada para peserta didik dengan cara-cara yang tepat seperti yang telah diungkapkan sebelumnya.

Bermusik serta mendengarkan musik merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh anak-anak. Hampir setiap anak akan dengan mudah mengikuti kegiatan ini. Sering kita lihat seorang anak yang berhenti sejenak dengan kegiatannya hanya karena ada suara lagu di televisi kemudian ia fokus memperhatikan TV. Ada pula anak-anak yang dengan asiknya bernyanyi lagu-lagu yang sering ia dengar saat mereka sedang makan, mandi, menjelang tidur, ataupun bermain. Bagi anak, musik dapat menimbulkan rasa kebersamaan serta rasa gembira.
Menurut beberapa penelitian, musik sudah dapat distimulasikan sejak anak masih berada dalam kandungan, karena dianggap mampu menstimulasi kerja neuron-neuron pada otak anak. Bagaimanapun, musik akan sangat membantu anak dalam melatih kemampuan menyimak, konsentrasi serta menambah kosakatanya.

Selain bernyanyi dan bereksplorasi dengan alat musik, kegiatan lain dalam musik adalah gerak dan lagu serta menari. Menari sebagai salah satu bentuk kegiatan dari seni musik yang beragam jenisnya, sehingga tidak semua kegiatan tari appropriate (berkesesuaian) bagi anak. Menari lebih spesifik dikatakan oleh Stinson sebagai gerakan yang beraturan, signifikan dan dipengaruhi oleh penjiwaan.Tari yang kreatif adalah gerakan yang ditampilkan secara menarik dengan menyesuaikan alunan lagu atau musik. Terlepas dari itu, gerakan tari untuk anak sebaiknya yang mudah dan tidak terlalu bervariasi, menyenangkan bagi anak, dan dalam kondisi tertentu gerakan tari anak bersifat alami.

Gerakan tari pada anak usia dini umumnya bersifat pengulangan dari 5-6 gerakan, dengan ditambah variasi formasi yang sederhana. Hal penting yang perlu diperhatikan oleh guru ataupun orangtua adalah memperhatikan kondisi fisik dan psikologis anak saat ingin menari. Memaksakan atau menekan anak untuk menunjukkan suatu gerakan tari, terlebih harus sempurna, hanya akan membuat kondisi menjadi semakin buruk dan tidak mengembangkan kreativitas mereka. Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan yang dilakukan guru dan anak berdasarkan indikator kemampuan dari kecerdasan musikal:
1. Menyanyikan lagu-lagu anak
Guru mengajak anak menyanyikan lagu-lagu yang sesuai dengan tema-tema yang digunakan atau yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dalam hal ini guru dapat membuat atau mengkreasikan lagu baru ciptaannya sendiri. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan atau tanpa alat musik pengiring.
2. Bermain Tepuk
Kegiatan bermain tepuk merupakan salah satu kegiatan yang juga sangat digemari anak selain bernyanyi. Anak akan dikenalkan berbagai pola tepuk yang disesuaikan dengan tema-tema. Gerak dan ekspresi sangat memberi pengaruh dalam kegiatan ini. Guru juga dapat berkreasi membuat berbagai permainan tepuk yang memotivasi, mengenalkan sebuah konsep, atau melatih konsentrasi anak.
3. Tebak nada dan lagu
Dalam kegiatan ini, guru dapat melakukannya dengan bantuan alat musik ataupun dengan bersenandung tanpa syair. Kemudian anak diminta menebak lagu berdasarkan bunyi solmisasi dari alat musik tersebut atau nada yang dimunculkan dari suara senandung guru.
4. Bermain alat musik buatan
Ada beberapa jenis alat musik yang bisa dipelajari atau dilatihkan kepada anak. Alat musik juga ada yang berupa alat musik permanen maupun alat musik buatan di mana bahannya dapat diperoleh di sekitar anak. Agar lebih menarik, alat-alat itu kemudian dihiasi dengan berbagai macam hiasan. Saat melaksanakan kegiatan ini sebaiknya guru
5. Gerak dan Lagu-Menari
Secara umum ada dua jenis tarian dalam kegiatan seni itu sendiri. Pertama, kegiatan tari daerah. Kemudian dilanjutkan dengan menari modern. Sebelum anak diajarkan tari, biasanya anak akan diajak bergerak bebas mengikuti irama musik. Kemudian mereka mulai dikenalkan dengan kegiatan gerak tari yang berpola dan menggunakan beberapa formasi.

3 komentar:

  1. ulasan yang sangat menarik , tolong contohkan alat musik sederhana yang dapat dibuat oleh ibu guru dan sesuai untuk anak di TK trmksh

    BalasHapus
  2. Mekar yang baik..
    coba temukan benda-benda di sekitar yang masih layak pakai, seperti galon air, panci, kaleng, botol beling, gelas, botol air mineral atau botol yakult yang diisi dgn berbagai elemen seperti pasir/kacang hijau/beras, kardus, dsb.
    benda-benda tsb cukup dihiasi bagian sekelilingnya dengan kertas krep berwarna-warni. kemudian temukan pola ketukannya yang disesuaikan dengan lagu yang hendak dinyanyikan.
    selamat mencoba..

    BalasHapus
  3. saya sangat tertarik dengan penjelasannya. bagaimana kalau di blog ini dicantumkan dengan ulasan contoh-contoh video tentang pembelajaran seni musik untuk TK? terima kasih

    BalasHapus